Minggu, 02 November 2008

Konseling SMP

Pengembangan Kehidupan Sosial

Dalam Pelayanan Konseling Di SMP

Pengantar

Konselor Sekolah dalam melaksanakan tugasnya sehari-hari memberikan pelayanan kepada siswa asuhnya haruslah di dasarkan pada Tugas Perkembangan Siswa. Tugas perkembangan siswa pada setiap satuan pendidikan pada hakekatnya berbeda, tergantung dari tingkat satuan pendidikan yang dilayaninya. Pada siswa tingkat satuan pendidikan menengah pertama tugas perkembangan yang dilalui adalah sebagai remaja awal.

Berbagai bentuk layanan yang diberikan mengacu pada 4 (empat) bidang bimbingan (pribadi, sosial, belajar dan karir) yang diberikan melalui berbagai jenis layanan.

Tulisan ini dibatasi pada pemberian materi bidang sosial yang dapat dilaksanakan melalui berbagai layanan, yakni:

(1) Layanan Orientasi: Obyek-obyek pengembangan hubungan sosial, seperti:

Kegiatan gotong royong

Perjamuan

Seminar, lokakarya, diskusi, belajar kelompok dan kegiatan kelompok lainnya

Rapat besar

(2) Layanan Informasi: Informasi tentang potensi, kemampuan dan kondisi hubungan sosial, seperti:

Pemahaman terhadap orang lain

Kiat berteman

Hubungan antarremaja

Hubungan dalam keluarga

Hubungan dengan guru, orangtua, pimpinan masyarakat

Data sosiogram

(3) Layanan Penempatan/Penyaluran: Penempatan dan penyaluran untuk pengembangan kemampuan pribadi, sosial, belajar, dan karir dapat dilakukan melalui penempatan di dalam kelas (berkenaan dengan tempat duduk), pada kelompok belajar; diskusi, magang; krida; latihan keberbakatan//prestasi, kegiatan lapangan, kepanitiaan, serta kegiatan layanan bimbingan/konseling kelompok. Masing-masing penempatan/penyaluran itu dapat dimaksudkan untuk mengembangkan satu atau lebih kemampuan peserta didik: kemampuan pribadi, sosial, belajar, karir.

(5) Layanan Penguasaan Konten: Kompetensi dan kebiasaan dalam kehidupan sosial, seperti:

Cara berbicara dengan orang yang berbeda-beda (teman sebaya, orang yang lebih tua, anggota keluarga)

Kemampuan pidato

Menyampaikan pendapat secara lugu (assertive) kepada orang lain

Mendengar, memahami dan merespon secara tepat dan positif pendapat orang lain

Melihat kebaikan orang lain dan mengekspresikannya

Menulis surat persahabatan

Mengucapkan salam; terima kasih; meminta maaf

Kemampuan berdiskusi; bermusyawarah

Menyusun makalah

(6) Layanan Konseling Perorangan:

Materi yang dibahas dalam layanan konseling perorangan tidak dapat ditetapkan terlebih dahulu, melainkan akan diungkapkan oleh klien ketika layanan dilaksanakan. Apapun masalah yang diungkapkan oleh klien (masalah pribadi, sosial, belajar, ataupun karir), maka masalah itulah yang dibahas dalam layanan konseling perorangan. Dalam hal ini konselor dapat memanggil peserta didik (yaitu peserta didik yang menjadi tanggung jawab asuhannya) untuk diberikan layanan konseling untuk masalah tertentu (masalah pribadi, sosial, belajar, atau karir), namun konselor harus lebih mengutamakan masalah yang dikemukakan sendiri oleh peserta didik yang menerima layanan konseling perorangan.

(7) Layanan Bimbingan Kelompok: Topik tentang kemampuan dan kondisi

hubungan sosial, seperti:

Hubungan muda-mudi

Suasana hubungan di sekolah: antarsiswa, guru-siswa, antarpersonil sekolah lainnya

Peristiwa sosial di masyarakat: demo brutal, bentrok antarwarga

Peranan RT/RW

Toleransi, solidaritas

(8) Layanan Konseling Kelompok:

Seperti untuk layanan konseling perorangan, materi yang dibahas dalam konseling kelompok tidak dapat ditetapkan terlebih dahulu oleh konselor, melainkan akan dikemukakan oleh masing-masing anggota kelompok. Apapun masalah yang diungkapkan oleh anggota kelompok tersebut, dan terpilih untuk dibicarakan (apakah masalah pribadi, sosial, belajar, ataupun karir) itulah yang dibahas melalui layanan konseling kelompok. Dalam hal ini konselor dapat mengikutsertakan seorang atau lebih peserta didik yang diasuhnya untuk menjadi anggota kelompok dan menjalani layanan konseling kelompok dengan masalah tertentu (masalah pribadi, sosial, belajar, atau karir) dan dapat mengupayakan agar masalah tersebut dapat dibahas, namun konselor harus lebih mengutamakan masalah yang dipilih oleh kelompok untuk dibahas dalam konseling kelompok.

(9) Layanan Konsultasi:

Seperti untuk layanan konseling perorangan, materi yang dibahas dalam layanan konsultasi tidak dapat ditetapkan terlebih dahulu oleh konselor, melainkan akan dikemukakan oleh konsulti ketika layanan berlangsung. Apapun masalah yang diungkapkan oleh konsulti tentang peserta didik yang hendak dibantunya (apakah masalah pribadi, sosial, belajar , atau karir) itulah yang dibahas dalam layanan konsultasi. Konselor dapat memperkirakan apa yang hendak dikemukakan oleh konsulti untuk dibahas dalam layanan konsultasi, namun konselor harus mengutamakan pembahasan masalah yang dikemukakan sendiri oleh konsulti.

(10) Layanan Mediasi:

Masalah yang menyebabkan perselisihan pada dasarnya adalah masalah sosial. Dalam hal ini layanan mediasi pertama-tama menangani hubungan sosial di antara pihak-pihak yang berselisih. Dalam pelaksanaan layanan mediasi boleh jadi akan muncul masalah pribadi, masalah belajar, masalah karir, dan masalah sosial lainnya yang perlu ditangani oleh konselor.

(11) Aplikasi Instrumentasi:

Instrumen tes dan nontes untuk mengungkapkan kondisi dan masalah pribadi, sosial, belajar, dan karir bentuk dan isinya bermacam-macam, seperti:

Tes Inteligensi

Tes Bakat

Inventori Minat Karir

Inventori Kreativitas

Inventori Kepribadian: Self-Esteem; Locus of Control

Inventori Hubungan Sosial

Inventori Tugas Perkembangan

Sosiometri

Alat Ungkap Masalah: Masalah Belajar, dan Masalah-masalah lainnya

Tes Hasil Belajar

Tes Diagnostik

Masing-masing instrumen di atas ada yang mengukur atau mengungkapkan satu atau lebih kondisi diri peserta didik: kondisi diri pribadi, hubungan sosial, kemampuan belajar, dan atau arah/kemampuan karir.

(12) Himpunan Data: Data perkembangan, kondisi hubungan dan lingkungan

sosial, seperti:

Sosiogram

Teman dekat

Data hubungan sosial

Masalah sosial

(13) Konferensi Kasus: Masalah sosial, seperti:

Suka menyendiri

Menganggu teman

(14) Kunjungan Rumah:

Kegiatan kunjungan rumah dapat membawa satu atau lebih masalah peserta

didik (masalah pribadi, sosial, belajar, dan atau karir) untuk dibicarakan dengan orang tua dan atau keluarga.

Motivasi berprestasi

Otobiografi: Kisah orang-orang sukses

(15) Tampilan Kepustakaan: Materi bacaan, film, rekaman vidio dan audio tentang

kemampuan hubungan sosial, seperti:

Suasana hubungan “Saya Oke, Kamu juga Oke”

Kiat bergaul

(16) Alih Tangan Kasus:

Materi alih tangan kasus merupakan pendalaman terhadap masalah pribadi,sosial, belajar, dan atau karir peserta didik yang semula ditangani oleh konselor, dan selanjutnya memerlukan penanganan oleh pihak lain yang berkeahlian/berkewenangan.

Penutup

Pada hakekatnya Konselor Sekolah dalam memberikan pelayanan konseling yang sudah terstruktur dalam program dapat mengembangkan materi sesuai dengan kebutuhannya. Materi-materi tersebut dapat diperoleh dari berbagai media baik cetak maupun elektronik.

Bogor, Agustus 2007

Akur Sudianto

3 komentar:

Konseling Untuk Siswa mengatakan...

wah thank ya

Deta deswidiatika mengatakan...

Semoga Sukses dengan Pekerjaannya pak....

Akur Sudianto mengatakan...

Wooooooow bagus sekali,......coba buka blog yang lain tentang Akur Sudianto (ASWINDO,IGPI,dan Counselor)